Puncak Lawang


Puncak Lawang atau yang biasa disebut dengan Lawang Park merupakan salah satu surganya puncak yang ada di Sumatera Barat. Destinasi ini berlokasi di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Jika ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Kota Padang akan memakan waktu tiga jam, dengan jarak tempuh 108 kilometer. Selain itu, jika ditempuh dengan sepeda motor akan lebih sedikit memakan waktu, karena tergantung kondiri jalan yang ramai dan macet.

Sedangkan jika ditempuh dari kota Bukittinggi, hanya berjarak 25 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Puncak Lawang memiliki ketinggian 1.210 mdpl, dari puncak ini pengunjung dapat melihat keindahan Danau Maninjau dan ditemani udara yang sangat dingin, serta pesona alam yang sangat indah.

Pada kawasan ini juga menyediakan area lapang yang digunakan untuk lesehan bersama keluarga. Objek wisata puncak lawang juga memiliki daya tarik panorama alam dengan menyediakan berbagai tempat spot foto bernuansa alam nan indah dan segar, dan lantaran puncak ini dikelilingi oleh pohon pinus serta menghadap Danau Maninjau, menjadikan puncak ini sebagai salah satu tujuan wisatawan local atau mancanegara ketika mengunjungi Sumatera Barat.

Dari Puncak Lawang, panorama Danau Maninjau akan terlihat jelas, pantulan awan dan langit pada permukaannya akan menambah daya tarik keindahannya, akan tetapi jika kondisi cuaca di Puncak Lawang kurang cerah, maka kawasan ini akan tertutup oleh kabut sehingga tidak dapat melihat keindahan Danau Maninjau.

Lawang Park ini juga menawarkan permainan outbond seperti flying fox, jembatan goyang dan panjat tali. Aktifitas lainnya yang dapat dilakakukan di puncak ini yaitu paralayang, dengan ditemani oleh pemandu. Paralayang ini tidak hanya menguji adrenalin para wisatawan akan tetapi, pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan kelok 44 dan bentangan Danau Maninjau dari atas ketinggian.

Untuk dapat menikmati keindahan Puncak Lawang, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 20.000 perorang pada hari biasa, dan Rp.25.000 pada hari libur. Sementara untuk menikmati permainan outbond, pengunjung harus mengeluarkan uang sebesar Rp.10.000- Rp. 25.000. Selanjutnya untuk mencoba paralayang dengan ditemani pemandu harus mengupah sebanyak Rp.500 ribu rupiah, akan tetapi harga ini bisa dinegosiasi. Pengunjung juga wajib membayar parkir sebesar Rp.5000 untuk kendaraan roda empat, dan Rp.2000 untuk sepeda motor.

Pengunjung dapat menikmati destinasi ini dari pukul 07:00 hingga pukul 16:00 pada hari biasa, dan pukul 08:00 hingga pukul 17:00 pada akhir pekan.



Wisatawan yang sedang mengunjungi Puncak Lawang, juga wajib untuk mencoba kuliner khas dari daerah Matur, yaitu Gulai Bukek. Gulai Bukek merupakan makanan dengan bahan pokok daging yang dimasak dengan cabe, tepung beras, dan sedikit santan, namun untuk menambah cita rasanya gulai bukek ini ditambah dengan potongan pisang ataupun ubi. Agar bisa mencicipi cita rasa dari Gulai Bukek ini, wisawatan hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp.35.000- Rp. 50.000 tergantung dengan porsi yang diminta.




Pengunjung yang ingin berlibur lebih lama, bisa menginap di hotel di daerah Matur yang berada di atas Puncak Lawang, maupun hotel yang langsung bersebelahan dengan Danau Maninjau. Hotel hotel ini juga memiliki harga bervariasi mulai dari Rp.300.000 hingga jutaan rupiah, akan tetapi tergantung dengan fasilitas dan lokasi strategisnya dengan wisata lainnya.





Jadi bagaimana para pejuang travelling? Apakah sudah tergiur dengan suasana alam nan segar dan pemandangan yang sangat sempurna, serta ditemani dengan kuliner yang mengunggah selera, apakah sudah siap berlibur ke Puncak Lawang yang berada di Kecamatan Matur?

3 views0 comments

Recent Posts

See All